Assalamualaikum, selamat malam sejawat. Mari melanjutkan cerita perkoass an diriku~...
Dimulai pada tanggal 1 februari 2017, hari yang sangat sial sekali. Pukul 06.10 keretaku berangkat dari jember menuju sidoarjo, saat itu menggunakan jasa kereta logawa, harganya kurang lebih 81.000 itu plus biaya admin karena beli di indomaret, kalau beli langsung sih harganya 74.000.
Hari itu sengaja berangkat pagi karena dijanjiin mbak lab nya bakal jadi kalau nggak hari rabu ya kamis dan nanti diinfokan lagi. Berangkatlah aku hari rabu buat jaga jaga. Dan saat sampai distasiun tanggul kalau tidak salah ternyata aku baru dikabarin kalau jadi hasil lab nya *gigi tiruan jembatan hari jumat atau sabtu. Asli kesel banget lah aku, diphp in. Akhirnya aku putusin buat pergi aja lah ke sidoarjo buat ngapain kek jalan jalan atau ngapain, habis sayang duit keretanya. Aku menghubungi kedua orangtuaku tentang dental lab itu, mereka menyuruhku langsung pulang aja, duh tp beneran sayang deh mending aku tunggu aja sampai sabtu, tapi sama mereka nggak boleh. Oke, aku bingung. Lalu cerita lah aku sama pacar aku namanya dimas. Dia juga nyaranin langsung balik aja nanti malem atau sore. Akhirnya aku mikir, yaudahlah akhinirnya ku putuskan buat hari kamis tanggal 2 februari aja baliknya. Tapi aku keinget lagi tadi dikasih uang sm ortu ga ckup buat 2 hari. Ujung ujungnya juga pulang malemnya.
Singkat cerita sampailah aku distasiun sidoarjo. Oiya untuk sekedar info aku asal dari sidoarjo, tapi keluarga pindah ke jember semua karena kebetulan papa pindah kerja dan adekku ke terima di unej juga tapi beda fakultas. Nah, setelah sampai di stasiun sidoarjo kira kira pukul 10.15 aku langsung naik angkot kuning hijau jurusan bungurasih, dengan biaya 5000 sampai lah aku di daerah rumahku daerah waru. Aku berhenti didepan pintu keluar bis bis. Lalu aku nyebrang jembatan dan harus naik angkot lagi bewarna coklat bisa juga pakai angkot hijau. Tapi disitu aku memilih anagkot coklat, biasanya tarif dari pabrik paku* daerah nyegat angkot ke PP(daerah rumah) itu cukup 3000 rupiah, eh tp aku kena 5000 rupiah*salahku sih ga bayar pakai uang pas.
Lanjuy cerita dari naik angkot itu aku jalan sekitar 15 menit untuk sampai kerumahku.(oiya rumahku ini ada yang ngontrak, tapi rumahnya kosong sampe magrib, soalnya kerja, tapi aku pegang kunci juga). Nah perjalanan jalan kaki aku lapar sekali, tapi aku ingat aku harus diet*haha akhirnya aku beli jus jeruk dengan gula sedikit, dibandrol dengan harga 8000 rupiah, mahal dan ga sepadan, aku kayak minum es susu, jeruk nya ga kerasa sama sekali, hambar,menyesal ga beli disitu lagi.
Lalu... aku putuskan buat membeli.. rujak didekat rumah rujak daerah sidoarjo surabaya pancen enak, beda sama didaerah lain. Aku pesan rujak cingur, tanpa cingur dan lontong cabe 5* ga pedes ternyata. Rujak itu dibandrol harga 8000 plus krupuk 8 biji seharga 2000 jadi total 10.000.
Dan akhirnya aku sampai rumah, lalu makan rujak. Setelah itu aku sholat dhuhur lalu tidur siang, dan bangun jam 4. Aku mandi lalu sholay asar, dan mengecek tiket kereta untuk jam 18.00 dan harganya 165.000 untuk yang bisnis itu kereta ranggajati. Aku bingung duitku ngepas pol. Belum nanti kekuras naik angkot. Takut nggak cukup. Akhirnya aku telp mamaku, aku tanya apa aku naik bis aja ya, beliau mengiyakan aja. Yasudah akhirnya saat itu kupikir naik bis lebih santai, saking santainya akhirnya aku putusin buat kuliner ceker lapindo deket alun alun ceker wenak super pedas, haha.
Sudah siap, akhirnya seperti urutan sebelumnya tapi ini dibalik, jalan-angkot coklat (ini bayar 4000)-angkot kuning hijau untuk sampai kota sidoarjo, aslinya kalau aku ngebelani makan ceker itu sama aja riwa riwi, tapi entahlah aku ngidam sekali saat itu apalagi hujan-hujan.
Ups ternyata disepanjang perjalanan menuju sidoarjo kota beneran hujan deres, aku cuma mikir, gimana aku jalanya menuju tempat makan, sedangkan angkot nggak berhenti didepanya dan aku nggak ada payung. Bimbanglah aku. Disaat bimbang aku coba ngecek tiket kereta,itu sekitar jam 5 lebih. Dan kau tau, harga tiket tiba tiba berubah drastis. Harga tiket menjadi 45.000 untuk KA bisnis. Dengan kegalauan hati akhirnya aku cancel untuk ke ceker lapindo dan cus ke stasiun, daripada riwa riwi ke terminal.Sampai sana ternyata sudah tidak hujan lagi. Yasudahlah. Sekitar setengah 6 aku sampai dan langsung menuju loket aku tanya "mbak, kalau ranggajati bisa go show ga mbak beli tiketnya" "bisa" katanya. " berapa ya mbak kalau bisnis" tanyaku memastikan. "45.000" jawabnya. Yes akhirnya aku beli tiket itu, dan berangkatnya jam setengan 7 lebih sepuluh. Masih satu jam kataku, dan kau tau akhirnya aku memutuskan untuk pergi beli ceker, karena jarak dari stasiun ke ceker nya tidak jauh mungkin 10 menit an bahkan mungkin 5 menit kalau naik gojek/uber. Ku pesan lah gojek saat itu, dan tidak ada yang mau menerima. Apakah karena terlalu dekat? Dan terlalu murah? Dan pada saat itu gerimis? Entahlah. Tanpa pikir panjang akhirnya aku naik angkot kuning hijau dan turun alun-alun. Dari alun-alun ke lokasi mungkin sekitar 10 menit jalan kaki. Dan kau tau? Ternyata "Tutup" entah tutup sementara atau selamanya, karena emang sudah jarang ketempat ini, sebenarny ada di tempat lain di dekat gor, tapi cukup jauh dan aku dikejar waktu kereta. Akhirnya aku makan lah mie handayani,mie yang cukup terkenal dan enak disana. Aku pesan mie ayam bakso ceker, aku lupa dibandrol harga berapa hehe sekitar 10.000 atau 12.000 atau 14.000 ya dengan minuman teh hangat. Oke nggak papa lah, semoga next bisa dapet ceker lapindo nya. Akhirnya setelah itu, aku putuskan naik uber, karena waktu itu udah jam 6 dan hujanya gerimis besar. Aku tunggu lama banget, eh oranfnya ternyata nyasar. Waktu itu bayar ubernya 7000 saja. Akhirnya sampai stasiun pukul 18.25. Huft untung saja. Aku menunggu keretaku dan sampailah ke jember lagi.
Hari yang sangat absurd kan?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar